Semarang

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

*Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung*

*JAKARTA* – Jumat, 6 Februari 2026, Polri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik ...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Januari 2025

Kepala BPBD Jateng : Polda Jateng Sanggup Sentuh Titik Krusial Dalam Penanganan Bencana


SEMARANG - Sejumlah kejadian bencana di Jawa Tengah, menyiratkan kesan dan pelajaran tersendiri bagi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan.

Menurutnya, momen penanganan bencana tidak lepas dari hoax yang beredar di media sosial. Informasi yang menyesatkan ini kerap menimbulkan kepanikan pada warga yang tertimpa bencana.

"Berita atau informasi yang menyesatkan itu sering membingungkan, dan ini sering harus kita luruskan dan klarifikasi ke masyarakat," kata Bergas saat diwawancara, Senin (16/1/2023)

Menurutnya, penanganan hoax di tengah bencana adalah hal krusial sehingga masyarakat tetap tenang dalam menghadapi bencana dan 

"Untungnya kita ada petugas dari unsur kepolisian yang sering turun memberikan informasi-informasi yang benar pada warga yang tertimpa bencana. Bila yang menyampaikan informasi adalah petugas maka masyarakat akan percaya. Tentunya ini dilakukan dengan sinergi bersama instansi yang lain," tandasnya.

Selama berkolaborasi dengan Polda Jateng, Bergas mengaku terkesan dengan cara penanganan bencana yang tertata dan cepat oleh polisi. Koordinasi yang dilakukan dengan instansi yang lain juga dilakukan secara baik tanpa tumpang tindih

"Tim Polda melakukan pembagian tugas dengan tertata mana yang melakukan himbauan kepada masyarakat, mana yang melakukan evakuasi dan sebagainya. Sarana yang digunakan tidak hanya modern tapi juga tepat guna," imbuhnya

Dia mengungkapkan baru tahu bahwa drum sangat membantu dalam penanganan banjir, setelah personel Brimob mendemonstrasikannya saat mengangkut warga yang terjebak banjir

"Ternyata bisa. Drum dirakit dan digabung menjadi pengganti perahu karet sehingga bisa untuk evakuasi warga. Ini yang perlu diketahui masyarakat bahwa alat sederhana bisa menjadi sarana yang tepat guna untuk penanganan banjir," ungkapnya

Secara pribadi, Bergas memberikan acungan jempol atas partisipasi Polda Jateng dalam penanganan bencana. Dirinya mengambil contoh penanganan banjir di Semarang yang tak bisa dilepaskan dari peran personel Polri khususnya Brimob dan Polair.

"Banjir di beberapa lokasi di Semarang, Polisi termasuk Brimob dan polair langsung aktif turun ke lokasi. Mereka datang tidak hanya dengan personel saja tapi dengan peralatan lengkap," tandasnya.

Saking kagumnya dengan aksi polisi dalam penanggulangan bencana banjir di Semarang, Bergas sampai menyampaikan hal tersebut ke satuan-satuan BPBD di tingkat kabupaten.

"Saya sampaikan ke teman-teman, polisi langsung turun di setiap lokasi bencana banjir di Semarang. Mereka sangat aktif membantu warga dan itu keren sekali," tuturnya.

Rabu, 31 Januari 2024

Masa Kampanye Pemilu, Polda Jateng Himbau Masyarakat Waspada Penyebaran Konten Radikal dan Terorisme di Media Sosia




SEMARANG - Polda Jateng|Polda Jawa Tengah mewaspadai peningkatan penyebaran paham Radikal melalui konten Media sosial pada masa kampanye pemilu 2024. 

Jaringan teroris dan kelompok radikal, disinyalir terus berupaya menggoyang stabilitas kamtibmas termasuk dengan memanfaatkan momentum pemilu dan isu-isu yang muncul untuk propaganda mereka.

"Untuk itu, masyarakat diharapkan bersikap bijak dan cerdas dalam bermedia sosial. Kelompok-kelompok berpaham radikal memanfaatkan berbagai platform media terutama media sosial. Ini ancaman nyata bagi stabilitas kamtibmas," kata Kabidhumas Polda Jawa Tengah, Kombes Satake Bayu Setianto dalam Konferensi Pers, Kamis (1/2/2023)


Jaringan teroris dan kelompok radikal, ungkapnya, memiliki agenda untuk menciptakan instabilitas kamtibmas dan krisis ketidakpercayaan terhadap proses demokrasi yang saat ini berlangsung di Indonesia. 

"Mereka menyebarkan ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila, Paham mereka juga tidak setuju dengan proses demokrasi," tandasnya

Disebutnya, jaringan teroris dan kelompok radikal terus beroperasi di Indonesia melalui sejumlah organisasi, diantaranya Jamaah Islamiyah.

Terakhir, tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap 10 terduga pelaku jaringan teror di sejumlah kota, antara lain ditangkap di Sukoharjo,  Surakarta,  Karanganyar dan Boyolali.


"Pengungkapan jaringan teroris ini terus dilakukan, Polri berupaya menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif khususnya saat ini, dimana rangkaian pentahapan Pemilu 2024 tengah dilaksanakan," tuturnya 


Di sisi lain, Kabidhumas menyorot tentang banyaknya kalangan muda yang terdaftar menjadi pemilih pada pemilu 2024.

"Jumlah prosentase pemilih pada Pemilu 2024 yang masuk kategori pemilih muda berdasarkan Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2024 yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mencapai kurang lebih 52 persen dari 204.807.222 pemilih di Indonesia," jelasnya

Kabidhumas menandaskan, kaum muda merupakan target utama kaderisasi kelompok Radikal dan jaringan teroris. Untuk itu, dirinya meminta orang tua, guru dan masyarakat untuk menjaga kalangan muda dari penyebaran kelompok-kelompok ini.

"Kaum muda atau remaja ini juga harus mawas diri. Mereka harus pandai memilih pertemanan dan mampu menyaring informasi yang beredar di media sosial," himbaunya 

Dirinya berharap, kalangan muda selaku kelompok mayoritas pengguna media sosial turut berpartisipasi aktif memberikan suara dalam pemilu 2024 dan tidak terpengaruh konten Hoax bernada radikalisme di media sosial.

"Jangan sampai golput apalagi tidak percaya dengan sistem Demokrasi dan bersikap intoleran terhadap Kebhinekaan yang ada di Indonesia," tegas Kabidhumas 

Disebutnya, Polri bersama instansi terkait lainnya terus melakukan himbauan dan sosialisasi agar masyarakat cerdas bermedia sosial dan tidak hanyut oleh narasi-narasi negatif tentang pemilu yang beredar.

"Bila ada konten-konten negatif termasuk yang mengarah pada Radikalisme, SARA atau intoleransi, silahkan dilaporkan. Nanti akan segera ditindaklanjuti," pungkasnya.

(Harun)

Minggu, 29 Januari 2023

Polda Jateng Jalani Pembinaan Tradisi Terhadap 8 Bintara Remaja Yanma


KOTA SEMARANG - Kayanma Polda Jateng AKBP Umi Mariati memimpin upacara pembinaan tradisi (bintra) Pembaretan Bintara Remaja TA 2023 Yanma Polda Jateng. Sejumlah 8 orang bintara remaja Polri angkatan 48 lulusan SPN Polda Jateng yang ditempatkan di Yanma Polda Jateng tersebut mengikuti upacara yang digelar di Lapangan Apel Mapolda Jateng pada Jumat sore, (27/1/2023).

Kegiatan bintra diawali pengenalan medan dengan berjalan kaki dari kediaman Waka Polda Jateng di Bukitsari menuju Kediaman Kapolda Jateng dan finish di Mapolda Jateng.

Setelah tiba di Mapolda dilanjutkan dengan simulasi pengamanan VIP pembebasan sandera oleh tim bintara remaja.

Usai kegiatan simulasi, para bintara remaja mengikuti upacara Pembinaan Tradisi yang dipimpin oleh Kayanma. Dalam upacara tersebut dilakukan tradisi penyiraman air kembang dan penyematan baret (pembaretan) terhadap 8 orang bintara remaja.

Kayanma berpesan agar kegiatan bintra yang diikuti para bintara remaja tersebut dijadikan semangat dalam mengawali pelaksanaan tugasnya sebagai anggota Polri.

"Pertahankan sumpah dan janji saat dilantik sebagai Bintara Polri untuk menjadi Pelindung, Pengayom dan Pelayan yang baik bagi masyarakat. Serta pedomani nilai-nilai luhur Tribrata dan Catur Prasetya di setiap langkah dimanapun kalian ditugaskan," ujarnya.

Dirinya turut berharap agar kegiatan pembinaan tradisi bisa dilakukan setiap tahun agar tercipta bintara yang disiplin dan berintegritas dalam melaksanakan tugas.

Kegiatan ditutup dengan peragaan yel-yel oleh para bintara remaja dilanjutkan dengan acara syukuran secara sederhana yang turut dihadiri oleh seluruh pejabat dan staff Yanma Polda Jateng.

Selasa, 24 Januari 2023

Guna Dukung Ketahanan Pangan Polda Jateng Gelar Program Tanam Jagung Dengan Gandeng Perhutani


SEMARANG – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Jawa Tengah bekerja sama dengan Divisi Regional Perhutani Jawa Tengah menggelar tanam jagung di lahan seluas 15,6 hektar di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Selasa (24/1/ 2023). Lahan itu milik Perhutani Jawa Tengah yang merupakan lahan bekas tebangan.

Penanaman jagung dilaksanakan secara simbolis oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama jajaran Forkopimda Jateng diantaranya Gubernur Ganjar Pranowo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono, Kajati Jateng I Made Suanarwan, dan Kadiv Regional Perhutani Jateng R Ratmanto Trimahono.

Turut hadir pula Forkopimda Kabupaten Semarang yaitu Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Kapolres Semarang Achmad Oka Mahendra serta sejumlah pimpinan daerah lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengemukakan pihaknya dalam membentuk satgas pangan diantara tugasnya berfokus pada penindakan segala kejahatan yang berhubungan dengan sediaan bahan pokok hingga BBM. 

"Tapi hari ini Dirreskrimsus dapat tugas dari saya untuk menanam," kata Kapolda di lokasi acara. 

Kapolda mengungkapkan, kegiatan ini dalam rangka mendukung program ketahanan pangan secara nasional. Pada teknisnya, lahan itu bisa dimanfaatkan untuk 3 bulan ke depan dengan sistem tumpangsari. 

"Nanti akan dikelola oleh masyarakat sekitar yang tergabung dalam Pak Tani Mitra Polri (Patroli) berjumlah 40 orang," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Dwi Subagio menyebut kegiatan pagi itu juga sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat rapat koordinasi para kepala daerah di Sentul, Bogor, soal ketahanan pangan.

"Diversifikasi lahan dan untuk meningkatkan produksi jagung di Jawa Tengah. Ini sebagai pioner (pelopor) di Jawa Tengah, nantinya akan ada 450 hektar di Jawa Tengah nantinya di lain-lain tempat juga akan dilakukan," kata Dwi yang juga Kepala Satgas Pangan Polda Jateng. 

Pihaknya berharap kegiatan seperti itu bisa terus terlaksana dengan baik dan berkelanjutan di seluruh Jawa Tengah. 

Kepala Divisi Regional Perhutani Jateng R. Ratmanto Trimahono mengemukakan lokasi tanam jagung di Candirejo itu masuk ke Petak 49 F. Dia mengemukakan lahan bekas tebangan itu selain bisa untuk tanam jagung bisa juga dimanfaatkan untuk tanam palawija. 

"Konsen seperti yang disampaikan Bapak Kapolda, kami mendukung program ketahanan pangan di Jawa Tengah, saat ini kegiatan permulaan, kami punya 21 satker di seluruh Jawa Tengah dan ada 20 administrator yang kami siapkan untuk bermitra dengan polres-polres jajaran Polda Jawa Tengah," kata Ratmanto di lokasi penanaman lahan. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut lahan-lahan tidur di Jawa Tengah bisa dimanfaatkan untuk kegiatan serupa. Ganjar menyebut, jagung seringkali "hilang" saat dibutuhkan karena tidak sustain alias berkelanjutan mengelolanya. 

"Fluktuasi harganya menarik (jagung)," kata Ganjar yang juga hadir pada kegiatan itu.

Ke depan, kegiatan seperti ini digunakan sebagai ketahanan pangan termasuk untuk upaya pengentasan kemiskinan ekstrim di Jawa Tengah yang ditarget tuntas pada tahun 2024.

Jumat, 13 Januari 2023

Wujudkan Polri Presisi : Bidhumas Polda Jateng Buka Jumat Curhat di Medsos


SEMARANG – Polda Jateng terus berupaya agar masyarakat semakin dekat dengan Polri dengan cara mendengarkan langsung curhatan (keluhan) langsung dari masyarakat terkait pelayanan yang diberikan Polda Jateng. Guna mewujudkan kedekatan tersebut, Bidhumas Polda Jateng menyediakan “Jumat Curhat” pada akun media sosial resmi Polda Jateng.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengungkapkan, “Jumat Curhat” merupakan upaya untuk menemukan problem solving dengan mendengar masukan dan keluhan dari masyarakat sekaligus sebagai evaluasi internal untuk mewujudkan Polri Presisi.

“Polda Jateng membuka seluas-luasnya informasi, masukan dan curhatan warga dengan problem solving yang disampaikan sekaligus sebagai evaluasi internal Polri untuk menjadikan Polri Presisi,” tutur Irjen Ahmad Luthfi di Mapolda Jateng pada Jumat, (13/1/2023).

Postingan Jumat Curhat pada akun resmi instagram dan twitter Bidhumas Polda Jateng, disambut antusias netizen dengan mengungkapkan berbagai curhatan dan keluhan mereka seputar pelayanan Polda Jateng. Mulai dari penanganan laporan dan pengaduan, pelayanan kepolisian, hingga seputar informasi mengenai kejadian tindak pidana yang ditemui masyarakat.

Dalam setiap postingan tersebut, admin “Jumat Curhat” dengan ramah memberikan tanggapan dan balasan atas keluhan masyarakat serta melakukan problem solving atas permasalahan yang diungkapkan.

“@humas_poldajateng Terima kasih respon cepatnya dari Polda Jateng. Kami masyarakat menunggu aksi nyata. Berantas dan sikat tambang ilegal yang merusak Taman Nasional Gunung Merapi,” tulis akun instagram @desaantikorupsi di salah satu kolom komentar.

“Lebih giat memberantas tindak kriminal di wilayah jateng… Dan menindaklanjuti laporan masyarakat yang menjadi korban tindak kriminal tersebut,” tulis akun @jack_petrucci_04 memberikan saran dan dukungan di akun instagram Bidhumas Polda Jateng.

Namun tidak semua curhatan dari netizen yang diungkapkan pada “Jumat Curhat” bernada serius. Adapula beberapa netizen yang memberikan curhatan dengan candaan seperti yang ditulis oleh akun twitter @RyaWiedy, 

“Lapor min… Saya Lapar,” cuit akun tersebut yang turut dibalas dengan candaan “Kok sama ya, Mimin juga,” oleh admin Jumat Curhat.

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy turut mensyukuri antusiasme netizen melalui bermacam curhatan dan candaan tersebut. Dirinya menegaskan Polda Jateng melalui akun medsos Bidhumas Polda Jateng di tahun 2023 akan lebih terbuka dalam memberikan informasi.

“Alhamdulillah Jumat Curhat direspon dengan sangat positif oleh masyarakat. Mulai tahun ini akun Bidhumas Polda Jateng lebih terbuka dan membuka informasi. Selamat datang generasi Z,” ujarnya.

Jumat, 06 Januari 2023

Polda Jateng dan SAR Gabungan Lakukan Evakuasi, Semarang Kembali Diterjang Banjir


SEMARANG - Banjir kembali menggenang di Kota Semarang, kali ini perumahan cluster Dinar Indah Meteseh, Kecamatan Tembalang akibat jebolnya tanggul di sungai Babon, Jumat sore (6/1/2023)

Terjangan air masuk ke perumahan dengan ketinggian 20 hingga 40 cm, sementara di lokasi dekat tanggul air mencapai hingga 2 meter. Sejumlah 44 rumah di RW 26 Perumahan Dinar Indah terendam air dan 134 warga penghuninya terpaksa diungsikan.

Seorang warga bernama Agus Purbantoro (50), warga Perum Dinar Indah RT 6/RW 26 diberitakan meninggal dalam kejadian itu.

Upaya pertolongan pertama dan  evakuasi warga segera dilakukan tim SAR gabungan. Mereka mengungsikan warga perumahan ke masjid setempat sebelum kemudian direlokasi ke Balai Diklat

"Brimob dan Ditpolairud Polda Jateng bersama unsur TNI, BPBD dan relawan mengevakuasi warga. Saat ini mereka ditempatkan di Balai Diklat," kata Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy.

"Adapun warga yang meninggal atas nama Agus Purbantoro, meninggal akibat terkunci di dalam rumahnya dan tidak sempat ditolong," tambahnya

Brimob Polda Jateng, kata dia, menerjunkan dua tim yang terdiri dari 30 orang yang dipimpin AKP Eko Bambang. Dengan peralatan SAR lengkap, tim Brimob menyisir lokasi dan memastikan seluruh warga sudah dievakuasi

"Untuk perumahan saat ini sudah dikosongkan, dan tanggul yang jebol akan diperbaiki oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)," pungkasnya.

(Rahmat)

Selasa, 03 Januari 2023

Bid Dokes Polda Jateng Gelar Bakti Kesehatan Layani Ratusan Warga Terdampak Banjir Semarang


SEMARANG – Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah menggelar bakti kesehatan di lokasi terdampak banjir di Kota Semarang. Pelayanan kesehatan, pemberian vitamin, pemberian obat dilakukan gratis kepada ratusan masyarakat terdampak. 

Kepala Bidang Dokkes Polda Jateng Kombes Pol. DR. dr. Sumy Hastry Purwanti SpF.DFM, mengatakan pihaknya turun langsung di korban banjir di antaranya karena akses masyarakat ke fasilitas kesehatan terkendala banjir, kondisi sudah lanjut usia (lansia) ataupun kondisinya secara fisik kesulitan untuk mobilitas.

“Jadi kami yang merapat ke sana, memberikan dukungan bantuan kesehatan,” kata Hastry, Selasa 2 Januari 2023 malam. Dia memimpin langsung aksi kemanusiaan tersebut.

Bakti kesehatan itu dimulai dari hari Minggu 1 Januari 2023. Saat itu dilakukan di daerah Muktiharjo Kidul RW10 dan RW15, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Kegiatan itu bisa melayani 120 warga. Dilakukan dari pagi hingga malam hari. Saat itu genangan air masih tinggi mengingat mulai akhir tahun 2023 tepatnya Sabtu 31 Desember 2023 bencana hidrometeorologi banjir menerjang Semarang. 

Aksi kedua bakti kesehatan dilakuan Senin 2 Januari 2023 alias esok harinya. Sasarannya di Masjid Muktiharjo Kidul RW7, di Pos RW10 Muktiharjo Kidul dan Kantor Kelurahan Tlogosari Kulon. Saat itu 160 orang warga dilayani tim Dokkes Polda Jateng. Kegiatan dilakukan pagi hingga sore.
Hari ini, Selasa 3 Januari 2023, tim Dokkes juga kembali berkeliling melaksanakan bakti kesehatan. Lokasinya di daerah Kaligawe Kota Semarang. Sebanyak 120 orang mendapatkan layanan kesehatan gratis. 

Totalnya, ada 5 tim yang sudah diterjunkan. Total personelnya ada 20 orang, terdiri dari dokter, perawat, bidan, apoteker, paramedis, medis dan non nakes.

“Korban banjir ini rata-rata mengeluhkan sakit kulit karena terkena air kotor jadi gatal-gatal. Batuk pilek, sakit maag kambuh, mual, diare sampai hipertensi. Ada juga istilahnya badan meriang, secara klinis medis yang ada keluhan kami tangani,” lanjut Hastry yang memimpin langsung bakti kesehatan itu.

Bakti kesehatan ini, sebut Hastry, akan terus dilakukan sampai keadaan karena banjir ini bisa ditanggulangi. Pihaknya akan memberikan dukungan bantuan kesehatan bagi masyarakat luas.

Pada Rabu 4 Januari 2023 besok bakti kesehatan Dokkes Polda Jateng menerjunkan 2 tim. Sasaran atau lokasinya di wilayah Genuk sampai wilayah Marina. 

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy menyebut pihaknya juga selain menggelar bakti kesehatan juga ada kegiatan lainnya, mulai pendirian dapur umum hingga patroli di lokasi-lokasi banjir.

“Polda Jateng hadir bakti kesehatan di lokasi terdampak banjir,” tandasnya. (Red.)

Cek Lokasi Banjir di Semarang, Kapolda Terjunkan Bansos Tim Kesehatan dan Dapur Lapangan


SEMARANG – Kepolisian Daerah Jawa Tengah meluncurkan bantuan untuk warga terdampak banjir di Kota Semarang. 

Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan dirinya sudah berdialog dengan warga dan telah menerjunkan tim kesehatan dan dua mobil dapur lapangan berikut personel yang mengawakinya.

Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung lokasi banjir di Kaligawe, Genuk dan kawasan Marina Kota Semarang.

"Warga (terdampak banjir) sudah menyampaikan kesulitan dan kebutuhan mereka. Sudah direspon dengan menurunkan bantuan sosial termasuk diantaranya dapur lapangan dan pos kesehatan," kata Kapolda, Selasa (3/1/2023)

Disebutnya, Polda Jateng telah menerjunkan tim dapur lapangan berikut kendaraannya di 2 lokasi, yakni di Kawasan Genuk Semarang dan di Pekalongan. Kapasitas mobil dapur lapangan, sekali memasak bisa mencukupi 500 orang. Sedangkan, pos kesehatan didirikan di lokasi-lokasi banjir untuk memberikan respon cepat pada warga yang mempunyai keluhan kesehatan.

"Sedangkan untuk mengamankan rumah-rumah warga, sudah disiapkan kapal kecil dan perahu karet dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) untuk menjangkau wilayah khusus perumahan yang terdampak banjir," ungkap Kapolda 

"Peralatan tersebut juga digunakan untuk pendistribusian kebutuhan-kebutuhan warga yang terisolir," tambahnya

Kapolda mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah dan beberapa instansi terkait untuk penanganan banjir khususnya di Semarang. Dirinya optimis kondisi banjir akan segera surut usai melakukan pantauan di beberapa lokasi

“Secara umum sudah alami surut, salah satunya air di Marina (Kawasan Marina) masih tinggal sisa-sisa, pompa sudah kita jalankan,” lanjutnya.

(Red)

Kapolda Jateng Tinjau Lokasi Banjir di Kaligawe Hingga Marina Kota Semarang


SEMARANG - Sejumlah lokasi banjir di Kaligawe, Genuk dan kawasan Marina kota Semarang dikunjungi Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi beserta sejumlah pejabat utama, Selasa (3/1/2023). 

Pada kesempatan itu, Kapolda berdialog dengan warga serta meninjau dapur umum dan pos kesehatan yang dioperasikan personil Satbrimobda dan Biddokkes Polda Jateng.

Saat wawancara dengan media Kapolda menerangkan banjir di Kota Semarang sudah mulai surut. Pihaknya beserta pemerintah daerah berkoordinasi untuk memberikan bantuan secara maksimal bagi warga terdampak banjir.

"Tiga titik banjir di Kota Semarang hari ini secara umum sudah berangsur angsur surut. Kita berupaya untuk meminimalisir dampak banjir. Di Marina, tanggul sudah berhasil ditutup, gelombang sudah mulai turun, sehingga air laut tidak meluap ke daratan," terang Kapolda Jateng.

Kapolda menuturkan, upaya darurat yang dilakukan dengan menambal tanggul yang jebol di Pantai Marina dikerjakan secara sinergi antara Polri beserta instansi terkait dan para relawan. Sejumlah kawasan yang terendam juga telah mulai dilakukan pemompaan air.

"Sudah kita perhatikan juga terkait bantuan, dapur umum, dan sebagainya. Saya sudah perintahkan ke jajaran Semarang untuk memenuhi kebutuhan logistik dan makanan masyarakat selama berada di pengungsian," tambahnya.

Kapolda juga mengungkap, pihaknya juga mengerahkan personel untuk melaksanakan patroli  di lingkungan perumahan warga.

Upaya itu dilakukan untuk mengamankan harta benda milik warga setelah mereka di evakuasi ke tempat pengungsian.

"Pelaksanaan patroli pemukiman dilakukan anggota Polrestabes, polsek dan Ditpolairud dengan menggunakan perahu karet, dibantu juga oleh para relawan," jelasnya

Berdasar pantauan saat patroli, lanjut Kapolda, sejumlah  lokasi banjir mulai Simpang Genuk hingga ujung Tol Kaligawe, genangan air juga telah mulai surut. Kendaraan ukuran  besar dan sedang sudah bisa melintas meski dengan kecepatan terbatas

"Banjir di jalan pantura sudah mulai surut. Semoga perkembangan ini terus membaik sehingga lalu lintas bisa segera normal," pungkas Kapolda.

(Red)

Minggu, 01 Januari 2023

Kapolda Jateng Instruksikan Anggota Jaga Kesehatan dan Netralitas Pada Tahun Politik 2023


SEMARANG, buserpolkrim.com - Senin, (1/1/2023). Mengawali tahun 2023, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi meminta anggota menatap tahun baru dengan optimis dan semangat baru. Hal ini penting agar kesehatan mental personel tetap terjaga dan kinerja dalam melayani masyarakat semakin meningkat.

Kapolda Juga mengingatkan, tahun 2023 merupakan tahun politik dimana rangkaian kegiatan menuju pemilu 2024 dimulai

"Untuk itu tetap jaga netralitas, Pemilu 2024 sudah semakin dekat. Ingat posisi Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Laksanakan tugas sesuai SOP (Standard Operating Procedure), agar kita dapat bekerja sesuai rel yang ada," kata Kapolda di depan ratusan anggotanya saat memimpin apel pagi di Mapolda, Senin (2/1/2023)

Lebih lanjut, anggota Polri Polda Jateng diminta menjaga soliditas dengan instansi terkait dan TNI.  Pasalnya, dalam memelihara situasi kamtibmas yang kondusif, Polri tidak dapat bekerja sendiri.

"Harus ada partisipasi aktif masyarakat dan soliditas dengan TNI serta koordinasi dengan instansi terkait," tegasnya

"Dalam pengamanan pemilu, kita juga harus berkoordinasi dengan instansi samping termasuk KPU dan Bawaslu di tingkat Provinsi atau KPU Kabupaten dan Panwaskab di tingkat wilayah," sambung Kapolda 

Irjen Ahmad Luthfi selanjutnya mengapresiasi peran seluruh anggota dalam mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Menurutnya, seluruh elemen pengamanan dan manajemen personel di lapangan berjalan sesuai yang diharapkan

"Pelaksanaan misa dan ibadah Natal umat Nasrani berjalan lancar tanpa kendala, demikian juga pengamanan malam tahun baru. Semua aman dan lancar berkat kesadaran masyarakat dan kerja keras kita semua," tuntasnya

Modus Gunakan Senpi, 5 Pelaku Curras di Batang Dilumpuhkan Aparat Polda Jateng


SEMARANG, buserpolkrim.com - Senin, (1/1/2023). Mengawali tahun 2023, Jajaran Ditreskrimum Polda Jateng bersama dengan Satreskrim Polres Batang berhasil menangkap 5 orang pelaku pencurian dengan kekerasan (curras) yang beraksi di wilayah Batang.

Hal tersebut diungkapkan Dirkrimum Polda Jateng Brigjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro dalam konferensi pers ungkap kasus di Mako Ditreskrimum Polda Mapolda Jateng pada Senin, (2/1/2023).

Dalam keterangan persnya, sosok yang mendapat promosi jabatan sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri itu menuturkan, kelima pelaku beserta 1 orang lainnya yang masih buron, menjalankan aksinya dengan menggunakan senpi. 

Mereka menggasak uang dan barang berharga dari rumah korban seorang pengusaha bernama Ahmad Tahrori atau yang akrab dikenal sebagai Kaji Pelet di Dk. Gerdu, Ds. Kluwih, Kec. Bandar, Kab. Batang, pada Kamis (22/12) malam.

Lima pelaku yang ditangkap tersebut berinisial, DS (30) warga Smg Timur, Kota Semarang, serta sejumlah warga Lampung antara lain FS (32) warga Kec. Pelawan, Kab. Sarolangun; AP (50) warga Way Serdang Kab. Mesuji; ACU (20) warga Gembong Kab. Pati; dan J (46) warga Kec. Penawar Lama, Kab. Tulang Bawang.

"Berkat kegigihan Satreskrim Polres Batang dibantu Jatanras Polda Jateng, kelima pelaku ini dapat kami tangkap pada hari Jumat kemarin di wilayah Bekasi, Jawa Barat," ujarnya.

Diungkapkan pula, bahwa para pelaku yang merupakan residivis ini saling mengenal saat menjalani hukuman di LP Kedungpane. Dalam aksinya tersebut, mereka berbagi tugas.

"Pelaku ini residivis ada yang dua kali bahkan pelaku asal Pati berinisial ACU residivis sudah empat kali. Dalam aksinya mereka masuk ke rumah korban dengan melompat tembok, lalu dengan berbekal 4 buah senpi rakitan, mereka mengancam dan melakukan kekerasan terhadap para korbannya," ungkapnya.

Diuraikan bahwa kasus bermula pada Kamis (22/12) malam, para pelaku dengam mengendarai KBM Avanza abu-abu mendatangi rumah Kaji Pelet.

"Karena pagar rumah terkunci, para pelaku kemudian memasuki rumah korban dengan cara melompat tembok dan merusak pintu samping rumah menggunakan balok kayu," tandas Djuhandani 

"Di dalam rumah korban, pelaku sambil menodongkan senpi meminta korban yang sembunyi bersama anak istrinya untuk keluar dari kamar mandi. Bahkan pelaku sempat melukai salah satu saksi di kepala karena tidak menuruti permintaan pelaku," imbuhnya

Saat di dalam kamar mandi, korban sempat menghubungi ketua RT setempat yang bernama Eko Riyanto. Namun nahas, saat mengecek rumah korban, ketua RT itu malah ikut disekap di kamar mandi oleh para pelaku.

"Setelah korban menunjukkan kunci brankas, para pelaku menggasak uang senilai Rp. 108 juta dan barang berharga yang tersimpan di brankas. Usai menjalankan aksinya, para pelaku kemudian pergi meninggalkan rumah korban," lanjutnya.

Dengan tertangkapnya para pelaku, petugas turut mengamankan barang bukti 4 senpi rakitan beserta 17 butir peluru aktif berbagai kaliber. 

Sejumlah barang berupa uang tunai, perhiasan, handphone yang merupakan hasil serta sarana melakukan kejahatan juga disita petugas.

"Petugas juga masih memburu 1 rekan pelaku berinisal T yang berperan sebagai otak aksi pencurian ini," tegas Djuhandani.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara.

Dalam konferensi pers tersebut, di depan para wartawan yang hadir  Brigjen Djuhandani menyampaikan ucapan pamit undur diri dan meminta doa restu kepada masyarakat Jawa Tengah guna mengemban jabatan baru di Bareskrim Polri.

"Mohon pamit dan mohon doa, semoga bisa amanah dan lancar dalam mengemban jabatan yang baru," ungkapnya.

(Red)

Sabtu, 31 Desember 2022

Tanggul Pantai Marina Jebol Mengakibatkan Perumahan Elit Terendam Air


Semarang, buserpolkrim.com - Peristiwa jebolnya tanggul di kawasan Pantai Marina Semarang mengakibatkan puluhan perumahan Elit di sekitar pantai terendam air. Sabtu, (31/12/2022). Semarang Barat.

Hantaman gelombang tinggi perairan sekitar pantai mengakibatkan jebolnya tanggul di 4 titik, panjang tanggul tersebut sekitar 200 meter, peristiwa jebolnya tanggul ini mengakibatkan puluhan perumahan elit di sekitar pantai Marina Semarang terendam banjir.

Dengan jebolnya di 4 titik tanggul ini dikhawatirkan akan merembet kepada hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga petugas mengevakuasi warga terutama warga khususnya pada anak-anak, orang sakit dan lansia ke tempat yang lebih aman, air laut yang meluap setinggi 45 hingga 75 cm hingga masuk ke puluhan rumah elite. 
Elly selaku Camat Semarang Barat angkat bicara dan mengatakan kepada awak media ada 4 titik tanggul jebol yang mengakibatkan air masuk di pemukiman warga hingga masuk ke dalam rumah-rumah, paparnya.

"Kami sedang melakukan evakuasi warga khususnya anak-anak orang sakit dan lansia ke tempat yang lebih aman", imbuhnya.
(Rahmat)