All Posts | Radius 001

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

Satlantas Polres Kuningan Bagikan Takjil di Jalan Siliwangi

Kuningan - Suasana menjelang berbuka puasa di kawasan Jalan Siliwangi, Kuningan, mendadak ramai pada Selasa sore (24/2/2026). Puluhan perso...

Postingan Populer

Kamis, 29 Januari 2026

Polres Kuningan Tanam Jagung Serentak di 27 Lokasi Capai 22 Ha


KUNINGAN – Polres Kuningan melaksanakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar serempak di 27 titik lokasi lahan di wilayah Kabupaten Kuningan, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional yang dilaksanakan secara berjenjang hingga tingkat Polda Jawa Barat.

Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar. turut mengikuti penanaman jagung di Desa Gunungkeling, Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan dengan luasan lahan mencapai 0,42 hektare. Kegiatan tersebut juga terhubung secara serentak dengan jajaran Polda Jabar.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), perwakilan Perum Perhutani KPH Kuningan, jajaran Bulog Bandorasa dan Sidaraja, unsur TNI, pemerintah kecamatan dan desa, kelompok tani, serta personel Polres Kuningan.

Penanaman jagung serentak ini dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polsek dan satuan fungsi Polres Kuningan di berbagai kecamatan, dengan luasan lahan yang bervariasi. Total luas lahan yang ditanami jagung pada kegiatan ini mencapai 22,51 hektare.

Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi Polri dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung yang menjadi salah satu bahan pangan strategis nasional.

"Melalui penanaman jagung serentak ini, kami ingin mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pangan. Kegiatan ini adalah bentuk nyata keterlibatan Polri bersama pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan. Kami berharap hasilnya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di Kabupaten Kuningan," ujar AKBP Muhammad Ali Akbar.




Kapolres berharap masyarakat Kabupaten Kuningan untuk bersama-sama mendukung program Bapak Presiden dalam swasembada pangan. Jangan biarkan lahan-lahan kosong terbengkalai karena negara Indonsia merupakan negara agraris.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan Dr. Wahyu Hidayah mengapresiasi keterlibatan Polres Kuningan yang aktif mendukung program pertanian dan pemberdayaan petani di daerah.

Kegiatan penanaman jagung serentak ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi jagung di Kabupaten Kuningan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

(Cephy)

Kamis, 22 Januari 2026

Sambutan Meriah Warnai Proses Verifikasi Pendaftaran Suganda sebagai Calon Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon



Cirebon – Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak jelas saat ratusan iring-iringan anggota Organisasi Pemuda Pancasila menyambut kehadiran Suganda, calon Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon, di Sekretariat Organisasi Pemuda Pancasila (Gorda), Kabupaten Cirebon.

Kehadiran Suganda disambut meriah dengan yel-yel khas organisasi,
"Pancasila… Abadi! Merdeka! Merdeka!", yang menggema dan mencerminkan soliditas serta semangat persatuan kader Pemuda Pancasila dalam mengawal proses organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Suganda menjalani proses verifikasi pendaftaran sebagai calon Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon dengan menyerahkan serta melengkapi seluruh data dan berkas administrasi yang telah ditentukan oleh panitia pemilihan.

Usai mengikuti tahapan verifikasi, Suganda secara khusus memohon doa restu kepada Bunda Rosita, istri dari almarhum R. Suma, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon terdahulu. 

Dalam suasana penuh haru, Suganda menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian pemilihan dapat berjalan dengan aman, damai, dan kondusif, serta dirinya siap melanjutkan nilai-nilai perjuangan almarhum R. Suma demi kemajuan organisasi.

"Nak Ganda, Bunda berpesan agar organisasi Pemuda Pancasila terus berkembang dan semakin maju ke depannya," tutur Bunda Rosita kepada Suganda.

Menanggapi pesan tersebut, Suganda menunjukkan sikap kebesaran jiwa dan semangat persaudaraan dalam berorganisasi. Ia menegaskan bahwa seluruh calon Ketua MPC layak mendapatkan dukungan yang sama.

"Bunda, dukung kami semua yang mencalonkan diri. Jangan hanya saya, tetapi calon Ketua MPC lainnya juga. Biarlah Allah SWT yang menentukan siapa yang terbaik untuk memimpin Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon ke depan," tegas Suganda.

Setelah memohon doa restu, Suganda melanjutkan agenda dengan berziarah ke makam R. Suma (Alm) untuk mendoakan serta mengenang jasa-jasa beliau yang selama ini dikenal sebagai guru, orang tua, pembimbing, kakak, bahkan sahabat bagi banyak kader Pemuda Pancasila.




Ketua Panitia Pemilihan MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon, Dodik, menyampaikan bahwa proses verifikasi pendaftaran Suganda telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan mekanisme organisasi.

"Alhamdulillah, calon Ketua MPC Bapak Suganda telah melengkapi dan memverifikasi data diri serta persyaratan administrasi. Seperti yang selalu kami sampaikan, kondusifitas menjadi hal utama karena kita semua satu organisasi dan bersaudara," ujar Dodik.
Lebih lanjut, Dodik menegaskan bahwa pelaksanaan pemilihan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon dijadwalkan pada tanggal 29 Januari 2026, bertempat di Gedung PGRI Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Dengan rampungnya proses verifikasi pendaftaran tersebut, Suganda resmi dinyatakan mengikuti tahapan selanjutnya dalam kontestasi pemilihan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon, dengan semangat persatuan dan komitmen membangun organisasi ke arah yang lebih baik.

( Cephy )

Senin, 19 Januari 2026

Suganda Maju Calon Ketua MPC, Pemuda Pancasila Cirebon Siap Jadi Kepemimpinan Baru yang Sinergis dan Humanis


Cirebon – Menjelang pelaksanaan pemilihan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Cirebon yang baru, panitia pemilihan menegaskan komitmennya untuk menjaga kondusifitas wilayah serta mendorong peran Pemuda Pancasila agar semakin positif di tengah masyarakat. Sumber, Kabupaten Cirebon (Gorda), Selasa. (20/1/2025).

salah satu Calon Ketua MPC Kabupaten Cirebon, Suganda, menegaskan bahwa Pemuda Pancasila lahir sebagai organisasi yang dibentuk untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya sebagai kontrol sosial yang konstruktif.

"Organisasi Pemuda Pancasila hadir untuk kebutuhan masyarakat. Kita harus mampu mensosialisasikan nilai-nilai positif organisasi ini, mulai dari Pancasila sila pertama hingga sila kelima. Pancasila adalah harga mati yang wajib kita tegakkan," tegas Calon Ketua MPC Kabupaten Cirebon Suganda.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemuda Pancasila dengan TNI, Polri, serta pemerintah dari tingkat pusat hingga desa, termasuk dalam menjaga aset-aset negara. Namun demikian, fungsi kontrol sosial tetap harus dijalankan secara elegan dan beretika.

"Kita harus selalu bersinergi dengan TNI, Polri, dan pemerintah, serta ikut menjaga aset negara. Sebagai kontrol sosial, jika ada penyimpangan atau kesalahan, baik besar maupun kecil, kita wajib mengingatkan dengan cara yang santun dan bermartabat," jelasnya.

Suganda berharap seluruh anggota Pemuda Pancasila tidak menjadi oknum yang mencederai nama besar organisasi.
"Pemuda Pancasila adalah organisasi besar. Saya berharap Pemuda Pancasila di Kabupaten Cirebon menjadi warna baru, berkontribusi nyata dalam menjaga kondusifitas wilayah, serta membantu Kamtibmas di Kabupaten Cirebon," pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen menjaga stabilitas daerah, pemilihan Ketua MPC Kabupaten Cirebon diharapkan mampu melahirkan sosok pemimpin yang membawa Pemuda Pancasila semakin solid, modern, dan dicintai masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Ketua MPC Kabupaten Cirebon, Dodik, menyampaikan harapannya agar para calon ketua yang akan datang mampu menjaga wilayah Kabupaten Cirebon secara khusus, sekaligus membawa Pemuda Pancasila (MPC) Kabupaten Cirebon ke arah yang lebih bermartabat dan berdaya guna di mata masyarakat.

"Kami sangat berharap kepada calon-calon Ketua MPC ke depan agar mampu menjaga kondusifitas Kabupaten Cirebon. Pemuda Pancasila harus tampil dengan harkat, martabat, serta popularitas yang bernilai positif di masyarakat.

Kita ingin organisasi ini berkembang lebih maju, modern, dan menjadi contoh yang baik," ujar Dodik kepada awak media.

Lebih lanjut, Dodik menambahkan bahwa panitia pemilihan akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait diantaranya aparat penegak hukum dan unsur TNI demi memastikan proses pemilihan berjalan aman dan tertib.

"Kami akan menghadap ke Polresta Cirebon untuk menyampaikan rencana kegiatan pemilihan Calon Ketua MPC Kabupaten Cirebon, sekaligus meminta arahan terkait penerapan kondusifitas. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan Intel Kodim," imbuhnya.

Cephy

Sabtu, 10 Januari 2026

Kabar Duka. Jurnalis/Wartawan Kabupaten Cirebon Dan Kota Cirebon Melepas Kepergian Jurnalis Senior Kusyadi ke Peristirahatan Terakhir



CIREBON, Fokus Dialog@com.- Suasana haru menyelimuti keluarga besar Jurnalis/ Wartawan kota/ kabupaten. Salah satu jurnalis senior Cirebon  kang Kusyadi, tutup usia setelah berjuang melawan sakitnya di ruang ICU Rumah Sakit PAD Pulasaren, Kota Cirebon.

Almarhum kang Kusyadi dilaporkan menghembuskan napas terakhirnya di RS PAD Pulasaren setelah mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU. Kepergian sosok yang dikenal rendah hati dan berdedikasi ini meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat di dunia pers Cirebon.

Penghormatan Terakhir dilakukan di tempat pemakaman terakhir
 yang berlokasi di TPU Pamengkang Kabupaten Cirebon. Sejak pagi hari, para pelayat yang terdiri dari keluarga, tetangga, serta perwakilan dari organisasi wartawan diantaranya SMSI HIPWI PWCR  FWC dan dari LSM CIB lansung dipimpin ketua umumnya Bp. Tato miryanto dan Sekjen Boby Delan dan puluhan anggotanya juga ratusan jurnalis Kabupaten/Ciko tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Jurnalis/ Wartawan Kota/Kabupaten yang diwakili Asih Mintarsih Direktur Media Koran Cirebon hadir langsung di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dengan kepergianmu maka tidak akan ada lagi cuitan kata-kata mutiara dan tulisan candaanmu di setiap Group What Up Jurnalis Cirebon,dan tidak akan ada lagi SMS jitu yang engkau layangkan.

"Kami kehilangan sosok rekan kerja yang memiliki integritas tinggi. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar salah satu perwakilan Jurnalis) Wartawan kabupaten/ kota Cirebon  di lokasi.




Saat di rumah duka istri didampingi keluarganya mengungkapkan"Prosesi Pemakaman
Setelah disalatkan di masjid setempat, jenazah almarhum diberangkatkan menuju tempat pemakaman dengan iring-iringan dari rekan-rekan jurnalis. Kehadiran komunitas pers di pemakaman ini menjadi bukti nyata solidaritas dan rasa hormat atas dedikasi almarhum selama menjalankan tugas jurnalistik di wilayah Cirebon.ungkapnya.

Bahkan puluhan jurnalis dari berbagai media mengatakan"Selamat jalan, kang Kusyadi. dedikasimu bagi dunia informasi akan selalu dikenang".pungkasnya.

( Wak Diding )

Kamis, 04 Desember 2025

Kesalahan Penulisan Redaksi Surat Jawaban Audensi Desa Cipanas, Masyarakat Diminta Tak Salah Paham


Klarifikasi Kesalahan Penulisan Redaksi Surat Jawaban Audensi Desa Cipanas

Dukupuntang, Kabupaten Cirebon - Akhmad Sudrajat, Kaur Perencanaan Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, mengakui kesalahan penulisan redaksi surat jawaban audensi yang menyebabkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat.

Kesalahan penulisan tersebut terjadi saat Akhmad Sudrajat menulis "progam" alih-alih "sosialisasi" dari Kejaksaan Negeri Sumber yang memberikan sosialisasi tentang penggunaan dana desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon tahun 2024 lalu.

"Kami mohon maaf atas kesalahan ini. Kami mengakui keketeledoran kami dalam menulis redaksi surat jawaban audensi," ujar Akhmad Sudrajat.

Kesalahan penulisan ini menyebabkan pemberitaan miring di beberapa media online dan membuat gaduh di lingkungan masyarakat Desa Cipanas. Namun, Akhmad Sudrajat telah menjelaskan bahwa kesalahan tersebut hanya kesalahan penulisan dan tidak ada intervensi pihak Kejaksaan Negeri Sumber atau FKKC dalam program tersebut.




Muali, Ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC), juga menegaskan bahwa kesalahan penulisan tersebut telah dijelaskan oleh Akhmad Sudrajat dan tidak ada intervensi pihak lain dalam program tersebut.

"Kami berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi dan masyarakat Desa Cipanas dapat lebih paham," ujar Muali.

Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa kesalahan penulisan redaksi surat jawaban audensi tersebut hanya kesalahan teknis dan tidak ada niat jahat di baliknya.

(Babil)

Senin, 17 November 2025

Pemkab Cirebon Prioritaskan PSU Perumahan, Griya Panyawangan 4 Jadi Lokasi Strategis



CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman terus menunjukkan komitmennya dalam membangun infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Perencanaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) di Perumahan Griya Panyawangan 4, Kelurahan Tukmudal, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Kamis, (13/11/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan anggaran dari APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp199.494.352 dengan panjang volume pekerjaan mencapai 163,2 meter¹. Pekerjaan ini dipercayakan kepada CV Langgeng Jaya sebagai pelaksana.

Pelaksana lapangan yang dikenal dengan sapaan akrab Mas Bambang menyampaikan kepada awak media bahwa dirinya merasa bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah. "Ini adalah amanah yang harus kami kerjakan dengan maksimal. Alhamdulillah, kami telah berkali-kali dipercaya dalam kegiatan serupa, dan kepercayaan ini tidak akan kami sia-siakan," ujarnya.



Tak hanya dari pihak pelaksana, apresiasi juga datang dari warga sekitar. Ketua RT Raden Siswantoro menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kami warga sangat terbantu, dan tentu kami akan menjaga hasil pembangunan ini agar awet dan bisa dirasakan manfaatnya dalam waktu lama," tuturnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bukti bahwa sinergi antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang nyata. Diharapkan program-program seperti ini dapat terus digulirkan demi mendukung kualitas hidup masyarakat Kabupaten Cirebon.

(Cephy)

Minggu, 16 November 2025

Dari Daerah untuk Nusantara: Seminar Nasional JGS Kupas Strategi Pendidikan Inklusif Berkeadilan



Seminar Nasional Teras Nusantara: Suara dari Daerah digelar sebagai ruang dialog strategis yang menghadirkan gagasan, pengalaman, dan aspirasi dari berbagai wilayah di Indonesia. Dengan mengangkat tema "Pendidikan Inklusif untuk Indonesia Berkeadilan" sebagai wujud komitmen kolektif menuju sistem pendidikan yang merata, ramah keberagaman, dan berpihak pada semua anak bangsa.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025, menghadirkan berbagai narasumber diantaranya Dr. Itje Chididjah, MA (Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO), Dr, Hj. Cita Dwi Rosita, M.Pd. (Akademisi/Wakil Rektor IV UGJ Cirebon) George Edwin Sugiharto, S.IP (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat), Diding Wardianto, S.Sos (Ketua Umum Jong Giri Segara) Seminar ini bertujuan memperkuat pemahaman tentang praktik pendidikan inklusif, memetakan tantangan di daerah, serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Jairus Usup Widodo, SH selaku Wakil Ketua Umum Jong Giri Segara menyampaikan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar konsep, melainkan ikhtiar nyata untuk memastikan setiap anak termasuk penyandang disabilitas, anak dari keluarga prasejahtera, masyarakat adat, serta kelompok marjinal lainnya memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang.

"Melalui seminar ini, kami ingin mengangkat suara-suara dari daerah agar menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan nasional. Pendidikan inklusif tidak bisa diseragamkan, tetapi harus menyesuaikan konteks lokal tanpa meninggalkan prinsip keadilan," ungkapnya.

Acara ini mencakup rangkaian sesi pleno dan diskusi panel yang membahas berbagai isu strategis, antara lain: Penguatan kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran inklusif Pengembangan infrastruktur ramah disabilitas Kolaborasi pemerintah daerah dengan komunitas lokal
Tantangan pemerataan pendidikan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) Inovasi berbasis masyarakat untuk mendukung pendidikan berkeadilan
Seminar diakhiri dengan pembacaan Rekomendasi Teras Nusantara 2025, yang berisi seruan untuk peningkatan pendanaan pendidikan inklusif, penguatan regulasi yang melindungi hak peserta didik berkebutuhan khusus, serta perluasan kolaborasi multi-pihak dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan setara.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong transformasi pendidikan nasional ke arah yang lebih inklusif.